
Semarang – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa UIN Walisongo. Muhammad Yusuf berhasil meraih Juara II dalam Lomba Video Cinematik pada ajang Islamic Education Management (IEM) FAIR 2024.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan MPI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera Utara Medan dan berlangsung pada tanggal 4–6 Maret 2024 di Medan, Sumatera Utara. Ajang ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Lomba Video Cinematik tersebut menilai aspek kreativitas visual, kekuatan narasi, kualitas editing, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan manajemen pendidikan Islam secara menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Dalam kompetisi ini, Muhammad Yusuf mengangkat tema “Manajemen Pendidikan Islami Inklusif di Era Digital: Solusi Tantangan Multikultural”.
Karya yang ditampilkan berhasil memikat dewan juri melalui kualitas sinematografi yang kuat, alur cerita yang menyentuh, serta penguatan data lapangan dari institusi pendidikan di Semarang. Inovasi tersebut dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam penyampaian konsep manajemen pendidikan Islam secara visual dan komunikatif.
Pihak penyelenggara memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai karya Muhammad Yusuf sebagai salah satu yang paling inovatif dalam kategori lomba. Prestasi ini semakin mempertegas bahwa mahasiswa UIN Walisongo mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional, khususnya dalam bidang kreativitas digital dan akademik.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, serta berkontribusi dalam inovasi pendidikan Islam di era digital.

