
SEMARANG — Alumni Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) (dulu KI atau Kependidikan Islam) UIN Walisongo Semarang tahun 2013, Iryanti, menunjukkan kiprahnya dalam bidang pendidikan dan kewirausahaan melalui pengelolaan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta pengembangan usaha di bidang kecantikan dan jasa pernikahan. Berbekal latar belakang pendidikan S1-nya, kompetensi profesional, dan pengalaman di dunia usaha, Iryanti membangun lembaga kursus yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, peningkatan kompetensi, dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Perempuan kelahiran Demak, 8 September 1990, yang berdomisili di Bulusari, Sayung, Demak, ini memiliki beragam keterampilan profesional, mulai dari tata kecantikan rambut, tata kecantikan kulit, tata rias pengantin adat Nusantara, tata busana, garmen, hingga bordir. Berbagai kompetensi tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan lembaga pendidikan keterampilan sekaligus menjalankan usaha secara profesional.
Mengembangkan Tiga Lembaga Kursus dan Pelatihan
Salah satu kiprah utama Iryanti adalah keterlibatannya dalam pengelolaan tiga lembaga kursus dan pelatihan, yaitu LKP Florenza, LKP ST. Anna, dan LKP Maju Makmur. Ketiganya menjadi bagian dari perjalanannya dalam mengembangkan pendidikan nonformal yang berfokus pada keterampilan praktis dan kompetensi kerja.
Bagi Iryanti, lembaga kursus tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri, memperoleh keterampilan profesional, dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Melalui LKP Florenza, Iryanti mengembangkan pendidikan keterampilan di bidang kecantikan dan tata rias, meliputi tata kecantikan rambut, tata kecantikan kulit, tata rias pengantin, serta keterampilan pendukung lainnya. Lembaga ini menjadi bagian penting dari komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan, praktik, dan kebutuhan dunia usaha.
Sementara itu, LKP ST. Anna turut menjadi bagian dari kiprahnya dalam penyelenggaraan kursus dan pelatihan, khususnya di bidang keterampilan kecantikan dan tata rias. Adapun LKP Maju Makmur bergerak dalam pengembangan keterampilan menjahit dan bidang garmen, yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bekal berwirausaha maupun memasuki dunia industri.
Pengelolaan lembaga-lembaga tersebut memperlihatkan bahwa perhatian Iryanti terhadap pendidikan tidak berhenti pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Ia juga mengambil peran dalam pendidikan nonformal, yaitu pendidikan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari keterampilan sesuai minat, kebutuhan, dan peluang kerja.
Pendidikan Keterampilan sebagai Jalan Menuju Kemandirian
Dalam mengembangkan lembaga kursus, Iryanti menempatkan keterampilan praktis sebagai salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran. Bidang kecantikan, tata rias pengantin, menjahit, dan garmen memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi profesi maupun usaha mandiri apabila didukung oleh kompetensi, pengalaman praktik, dan pengelolaan usaha yang baik.
Melalui pendidikan keterampilan, peserta kursus diharapkan tidak hanya menguasai teknik sesuai bidang yang dipelajari, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menghadapi kebutuhan pelanggan, memahami standar pelayanan, serta mengenali peluang usaha.
Pendekatan tersebut menjadikan lembaga kursus memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat meningkatkan keterampilan dan memperluas pilihan karier. Lulusan kursus dapat mengembangkan kemampuan untuk bekerja di bidang yang sesuai, membuka layanan kecantikan, menekuni jasa tata rias pengantin, atau membangun usaha di bidang busana dan garmen.
Kiprah Iryanti juga menunjukkan eratnya hubungan antara pendidikan keterampilan dan kewirausahaan. Pengalaman mengelola usaha kecantikan dan jasa pernikahan menjadi bagian dari perspektif praktis yang relevan dengan bidang keterampilan yang dikembangkannya.
Memadukan Peran sebagai Pendidik dan Pengusaha
Selain mengelola lembaga kursus, Iryanti berprofesi sebagai guru di SMK Farmasi pada bidang keahlian Tata Kecantikan. Pengalaman sebagai pendidik memberikan ruang baginya untuk berkontribusi dalam proses pembelajaran, sedangkan aktivitasnya di dunia usaha memperkaya pemahamannya mengenai kebutuhan pelayanan dan praktik profesional.
Ia juga merupakan pemilik Florenza Wedding dan Florenza Salon, dua unit usaha yang bergerak di bidang kecantikan dan jasa pernikahan. Keahliannya dalam tata rias pengantin, perawatan kecantikan, menjahit, serta manajemen wedding menjadi bagian penting dari aktivitas profesionalnya.
Perpaduan antara kegiatan mengajar, pengelolaan lembaga kursus, dan pengembangan usaha tersebut membentuk keterkaitan antara pendidikan, keterampilan, dan dunia kerja. Lembaga kursus menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pengembangan kompetensi, sementara usaha yang dijalankan memberikan pengalaman nyata mengenai penerapan keterampilan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Aktif dalam Organisasi Profesi
Dalam pengembangan profesionalismenya, Iryanti juga memiliki keterlibatan dengan sejumlah organisasi profesi, antara lain Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI), Tiara Kusuma, Ikatan Penata Busana Indonesia (IPBI), Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HIPKI), Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI), serta Himpunan Seluruh Pendidik dan Instruktur Indonesia (HISPI).
Keterlibatan dalam organisasi profesi tersebut sejalan dengan bidang yang ditekuninya, khususnya pendidikan keterampilan, tata kecantikan, tata busana, serta penyelenggaraan kursus dan pelatihan. Jejaring profesional menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan mengikuti perkembangan bidang keahlian.
Kiprah Alumni MPI dalam Mengembangkan Pendidikan Nonformal
Perjalanan Iryanti sebagai alumni MPI UIN Walisongo Semarang tahun 2013 memperlihatkan bahwa kompetensi di bidang manajemen pendidikan dapat diterapkan dalam berbagai ruang pengabdian. Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah formal, tetapi juga dapat dikembangkan melalui lembaga kursus dan pelatihan yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan.
Pengelolaan tiga LKP, keterlibatan dalam pendidikan formal, serta pengembangan usaha di bidang kecantikan dan wedding menjadi bagian dari kiprahnya dalam menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui LKP Florenza, LKP ST. Anna, dan LKP Maju Makmur, Iryanti menekuni bidang pendidikan keterampilan yang memiliki keterkaitan langsung dengan peluang kerja dan kewirausahaan. Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa lembaga kursus dapat mengambil peran dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.
Kisah Iryanti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni, khususnya dari bidang Manajemen Pendidikan Islam, untuk terus mengembangkan kompetensi, berani berwirausaha, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan.
Profil Usaha dan Lembaga Kursus
Berikut sejumlah unit usaha dan lembaga kursus yang menjadi bagian dari kiprah Iryanti:
* Florenza Wedding — layanan tata rias dan jasa pernikahan. Instagram: @FlorenzaWedding
* Florenza Salon — layanan kecantikan dan perawatan salon. Instagram: @Florenzasalon
* Florenza Gallery — layanan terkait kebutuhan kecantikan dan dokumentasi sesuai unit usaha. Instagram: @florenzagallery
* Florenza Dekorasi — layanan dekorasi untuk berbagai acara. Instagram: @Florenzadekorasi
* LKP Florenza — lembaga kursus dan pelatihan bidang kecantikan dan tata rias. Instagram: @lkplorenza
* LKP ST. Anna — lembaga kursus dan pelatihan. Instagram: @lkpst.annasmg
* LKP Maju Makmur — lembaga kursus dan pelatihan bidang menjahit dan garmen. Instagram: @lkpmajumakmur
