

Salah satu mahasiswa S1 MPI UIN Walisongo, Fadleena Lateh, melaksanakan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Somboonsaad Islam School, Thailand. PLP yang dilaksanakan tanggal 6 Januari sampai 2 Februari 2025 ini merupakan bagian dari pengalaman akademik mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam melalui kerja sama antara program studi dan pihak sekolah. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan pendidikan Islam, memahami dinamika pembelajaran, serta mengamati praktik pengelolaan sekolah dalam konteks pendidikan di Thailand. Melalui PLP, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan situasi nyata di lembaga pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, Fadleena Lateh melakukan pengamatan terhadap suasana dan kondisi ruang kelas. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan ruang belajar yang tertata dengan meja dan kursi siswa, papan tulis, serta berbagai media dan bahan pembelajaran yang ditempel pada dinding kelas. Penataan tersebut menunjukkan adanya upaya menghadirkan lingkungan belajar yang informatif dan mendukung aktivitas siswa. Beragam materi visual di sekitar kelas dapat menjadi sumber belajar sekaligus membantu menciptakan suasana yang menarik dan mendorong keterlibatan peserta didik.
Pengamatan juga dilakukan terhadap aktivitas siswa selama berada di kelas. Siswa terlihat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan mengenakan seragam sekolah. Kondisi ini memberikan gambaran mengenai kehidupan belajar sehari-hari di Somboonsaad Islam School. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa dapat memperhatikan bagaimana ruang kelas digunakan, bagaimana siswa menempati tempat duduk, serta bagaimana lingkungan fisik mendukung berlangsungnya proses pembelajaran. Pengalaman tersebut menjadi bahan refleksi untuk memahami pentingnya pengelolaan kelas yang tertib, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, PLP tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenali unsur-unsur pengelolaan pendidikan. Mahasiswa dapat mencermati keterkaitan antara sarana dan prasarana, penataan lingkungan, budaya sekolah, serta pelaksanaan kegiatan belajar. Pengalaman di sekolah mitra memberikan konteks nyata untuk mempelajari bagaimana lembaga pendidikan menciptakan lingkungan yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini memperluas wawasan mahasiswa mengenai penyelenggaraan pendidikan Islam di lingkungan lintas budaya dan negara.
Keberadaan Somboonsaad Islam School sebagai sekolah mitra memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi Fadleena Lateh. Interaksi dan pengamatan di lingkungan sekolah dapat menumbuhkan sikap terbuka, kemampuan beradaptasi, tanggung jawab, serta kepekaan terhadap keberagaman praktik pendidikan. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan observasi, komunikasi, pencatatan, dan refleksi sebagai bekal memasuki dunia kerja di bidang pendidikan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan PLP Fadleena Lateh di Somboonsaad Islam School merupakan kegiatan pengenalan lapangan yang mempertemukan teori perkuliahan dengan realitas pendidikan. Dokumentasi suasana kelas menjadi gambaran pengalaman mahasiswa dalam mengenali lingkungan belajar dan aktivitas siswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Islam diharapkan semakin memahami peran calon tenaga profesional pendidikan dalam mendukung pengelolaan sekolah yang efektif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kerja sama antara program studi dan sekolah juga menjadi bentuk kolaborasi akademik yang membuka ruang pertukaran pengalaman serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan.
Pengalaman ini juga dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menyusun catatan lapangan secara sistematis, mengidentifikasi praktik yang relevan, dan merumuskan pembelajaran yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan Indonesia. Dengan demikian, PLP tidak berhenti pada kunjungan atau pengamatan, melainkan menjadi proses belajar reflektif yang memperkaya pemahaman profesional mahasiswa. Hal ini penting untuk menyiapkan mahasiswa secara profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu pendidikan.


