Review Kurikulum MPI Libatkan Stakeholder Internal dan Eksternal (Alumni-Pengguna Lulusan-Asosiasi Prodi/Profesi)
Semarang — Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Masukan Stakeholder Internal dan Eksternal Alumni, Pengguna Lulusan, dan Asosiasi Jurusan Manajemen Pendidikan Islam dengan mengangkat tema “Edupreneur di Era Disrupsi.” Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi jurusan untuk memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat relevansi pendidikan Manajemen Pendidikan Islam dengan perkembangan dunia kerja, kebutuhan masyarakat, dan perubahan lingkungan pendidikan.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur internal dan eksternal, khususnya alumni, pengguna lulusan, serta asosiasi yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan keilmuan dan profesi Manajemen Pendidikan Islam. Kehadiran berbagai stakeholder diharapkan dapat memberikan perspektif yang beragam mengenai kompetensi yang dibutuhkan lulusan MPI di tengah perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi yang berlangsung semakin cepat.
Tema “Edupreneur di Era Disrupsi” dipilih sebagai respons terhadap perubahan lanskap pendidikan yang tidak lagi hanya menempatkan lulusan sebagai pencari kerja, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan untuk menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan berbagai inovasi di bidang pendidikan. Perkembangan teknologi digital, perubahan kebutuhan masyarakat, serta munculnya berbagai model layanan pendidikan memberikan ruang yang semakin luas bagi pengembangan jiwa kewirausahaan di bidang pendidikan atau edupreneurship.
Dalam forum tersebut, masukan stakeholder diarahkan pada penguatan kompetensi lulusan agar mampu mengintegrasikan kemampuan manajerial, kepemimpinan, kreativitas, inovasi, literasi digital, komunikasi, dan kemampuan kewirausahaan dengan nilai-nilai keislaman. Kompetensi tersebut dipandang penting agar lulusan MPI memiliki kesiapan menghadapi dinamika pengelolaan lembaga pendidikan sekaligus mampu membaca dan mengembangkan peluang baru dalam ekosistem pendidikan.
Alumni menjadi salah satu sumber masukan penting karena memiliki pengalaman langsung dalam memasuki dan menjalani dunia kerja. Sementara itu, pengguna lulusan memberikan perspektif mengenai kesesuaian kompetensi lulusan dengan tuntutan pekerjaan dan kebutuhan lembaga. Masukan dari asosiasi juga menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan keilmuan, profesi, serta arah pengembangan Manajemen Pendidikan Islam secara lebih luas.
Forum stakeholder ini sekaligus menjadi sarana evaluasi dan refleksi bagi Jurusan MPI dalam mengembangkan kurikulum, pembelajaran, kegiatan akademik, serta program pengembangan mahasiswa. Masukan yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memastikan bahwa proses pendidikan di Jurusan MPI tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam UIN Walisongo Semarang menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang adaptif terhadap perubahan, tanpa meninggalkan karakter dan nilai-nilai keislaman. Pengembangan edupreneurship diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mempersiapkan lulusan MPI yang mampu berperan sebagai pengelola pendidikan, inovator, sekaligus penggerak berbagai inisiatif dan usaha di bidang pendidikan.
Kegiatan masukan stakeholder tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk penguatan program dan kebijakan akademik Jurusan MPI. Dengan keterlibatan stakeholder internal dan eksternal secara berkelanjutan, Jurusan Manajemen Pendidikan Islam UIN Walisongo Semarang dapat terus meningkatkan kualitas lulusan serta memperkuat kontribusinya dalam menghadapi tantangan dan peluang pendidikan di era disrupsi.

